Smart Emotion RadioTalk

HR Excellency.

ELT,PLT Trainers Meet

MWS Indonesia.

with Abdul and the Coffee Theory

Seminar Kecerdasan Emosi bersama Suara Pembaruan.

Great Trainer in Action

ELT Certification Workshop.

Tampilkan postingan dengan label Analisa Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Akhir Tahun atau Tahun Terakhir?





Siapa yang akan menyangka kalau udah bicara soal umur?
Saya ingin terus terang..
Bagi saya, tahun 2015 adalah tahun berduka!
Di tahun 2015 inilah, saya kehilangan Johny, kakak tertua di keluarga.
Sungguh tidak menyangka karena saat tahun baru 2015 Johny kakaku, masih dalam kondisi cukup sehat. Tetapi segala kesehatannya merosot sejak awal tahun Januari 2015.
Jadi, tahun 2015 akhirnya lebih banyak dihabiskan dengan berkunjung ke rumah sakit dan menemani kakakku sampai beliau menghembuskan nafas terakhirnya, saya berada di sana!
Iya, nafas terakhirnya!

Jumat, 25 Desember 2015

Yesus VS Sinterklas, Selamat Natal 2015


Dua orang rohaniwan, seorang pendeta dan seorang pastor mendatangi Yesus. Mereka complain dengan apa yang terjadi di saat Natal.
Kata pendeta, “Yesus, orang lebih menghormati Sinterklas daripada diriMu”
Pastor menambahkan, “Malahan, ada anak yang berpikir 25 Desember itu hari kelahiran Sinterklas”
Konon, Yesus tersenyum dan berkata,
“Dunia sekarang lebih mementingkan bungkusan daripada isi.

Rabu, 28 Oktober 2015

KEMUDAAN YANG TERSIA-SIAKAN (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda)





Buat orang muda, ada sebuah puisi menarik di internet. Judulnya? Youth-Wasted on The Young!

Intinya, puisinya ini berkisah soal seorang yang tidak paham kalimat bijak, “Banyak kemudaan yang disia-siakan oleh orang muda”. Namun, dimasa tuanya si penulis menyesal, ternyata waktu lewat begitu cepatnya. Saat itulah ia menyadari, “kemudaan yang telah disia-siakannya”.

Selasa, 20 Oktober 2015

JANGAN SENANG DULU SAAT UPAH NAIK!

 Pertanyaan: apa respon yang paling umum saat upah naik?
Ya, senang dong!
Yep! Tatkala upah naik, karyawan pastilah merasa amat senang hatinya.
Yang terbayang biasanya kredit yang bisa dilunasi lebih cepat, ataupun barang-barang yang tadinya hanya impian, mungkin akan terbeli.
Ataupun, berbagai rencana pembelian akan segera akan bisa direalisasikan.

Nah, justru disitulah masalahnya.
Saya menyebut ini dengan satu istilah: EFEK MORFIN.
Memang, ini istilah yang nggak pernah diperkenalkan.
Tapi, yang dsebut dengan efek morfin ini adalah:

Senin, 28 September 2015

Awas! Anak-Anak Yang Makin Beringas!



 Baru-baru ini di ibukota heboh lagi. Hati saya pun miris mendengarnya.
Bayangkan. Dilaporkan begini.
Seorang anak kelas 2 SD, bertengkar dengan temannya saat ada acara lomba menggambar. Ternyata cara yang awalnya ejek-ejekan itu berbuah maut. Ia dipukul di dadanya dan kepalanya. Ternyata hal ini membuatnya meninggal.
Keluarganya begitu sedih.
Tapi, untungnya diantara sesama keluarga akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan. Masalahpun dianggap selesai oleh polisi.

Senin, 14 September 2015

10 Pelajaran Penting Soal Kecerdasan Emosional Dari Film “INSIDE OUT”

Akhirnya, kini ada film yang sangat EQ banget yang sedang diputar di bioskop! Judulnya INSIDE OUT! Inilah film kerjasama antara Disney dan Pixar, yang menghabiskan waktu 5 tahun untuk pembuatannya. Banyak yang telah menontonnya memberikan komentar yang positif (meskipun, ada pula yang mengatakan bingung dan mengatakan “biasa saja” dengan isi film ini).  Tapi, buat Anda yang telah menontonnya bagaimana pendapat Anda? 
Yang menarik, film ini dianggap mengajarkan banyak pelajaran soal mengelola emosi di kepala kita.  Karena film ini sangat EQ banget, rasanya sayang kalau saya melewatkan kesempatan untuk membahas film ini.

Nah, untuk itulah pada kesempatan ini, saya akan membagikan “10 Pelajaran Kecerdasan Emotional dari Film Inside Out”. Nah, apa saja isinya? Ayo, kita bahas film ini, khususnya buat Anda yang sudah menontonnya!

Sinopsisnya Dulu!
Eih buat yang belum sempat nonton, saya ceritakan sedikit sinopsisnya dulu. Film ini, pada dasarnya berkisah tentang seorang anak perempuan kecil bernama Riley. Film ini menceritakan perkembangan Riley dari sejak lahir sampai sekitar 11 tahun. Cerita soal kepindahan mereka dari Minnesota ke San Fransisco. Riley hidup bersama dengan ayah dan ibunya. Yang menarik, sepanjang berbagai gejolak yang terjadi, film ini menunjukkan pertarungan 5 emosi penting dalam tubuhnya Riley: Joy (senang), Sadness (sedih), Fear (takut), Disgust (Jijik) serta Anger (marah), yang silih berganti mengendalikan hidupnya. Emosi-emosi ini mengendalikan kehidupan dan tindakan Riley di suatu tempat control namanya: headquarter (Kantor Pusat). Dan penontonpun diajak untuk melihat bagaimana emosi-emosi itu Silih berganti mempengaruhi hidupnya.

Sabtu, 12 September 2015

Pelajaran Motivasi dari Film The Ant Man




Hobi nonton?
Kalau diberikan skala antara 1 sampai 10, saya mungkin berada di rentang 7. Jadi bukan termasuk yang maniak, tetapi cukup menikmati. Khususnya jika ada film yang jadi “hot topic”, yang lagi banyak dibicarakan.

Alasan nonton?
Pertama, supaya saya tidak ketinggalan berita pada saat peserta training, atau pendengar acara radioku membicarakan soal film tersebut. Selain itu, film-film juga menjadi salah satu sumber kedekatan saya dengan anak-anak. Sebab, dengan begitu, kami bisa nonton, menikmati serta membicarakannya bersama-sama. Something fun!

Jumat, 21 Agustus 2015

FENOMENA RIBUAN SARJANA JADI GOJEK: PILIH HARGA DIRI ATAU UANG?





Ada fenomena yang menarik tatkala dibuka lowongan menjadi Go-Jek. Go-Jek? Itu lho! Ojek yang bisa dipanggil dengan cara smartphone. Apalagi, dalam lowongan itu dijanjikan gaji sekitar 5-6jt. Dan bagi sebagian besar yang bekerja di kantor, uang itu lumayan. Hanya perlu rajin “narik” motor, nggak perlu besusah-susah di kantor. Bisa dapat penghasilan yang lumayan. Begitulah janjinya.

Tak mengherankan ketika lowongan Go-Jek dibuka orang pun berduyun-duyun kesana. Yang mencengangkan adalah ketika salah satu harian membuat headline menarik keesokan harinya, “RIBUAN SARJANA DAFTAR JADI GO-JEK”.

Senin, 17 Agustus 2015

5 PELAJARAN KEHIDUPAN YANG KUPELAJARI DARI FILIPINA

Selamat ulangtahun untuk bangsa Indonesia ke-70!
Selama seminggu selama Ramadhan 2015 lalu, saya berkunjung ke negara Filipina. Ini kunjungan untuk kepentingan pengembangan diri, tetapi kemudian saya manfaatkan pula untuk jalan-jalan ke beberapa kota penting disana.
                Terus terang! Filipina adalah kota yang tidak terlalu populer untuk para turis dari Indonesia. Mungkin karena makanannya, mungkin juga karena jaraknya. Entahlah!
                Soalnya, biasanya, kalau kita pergi ke Malayasia, Sungapura, China, Eropah hingga ke Amerika, biasanya kita pasti ketemu dengan orang-orang berwajah Indo yang setelah didekati ngobrol dalam bahasa Indonesia. Orang Indonesia, ada dimana-mana! Tapi nggak di Filipin.
                Justru karena Filipina bukan kota yang populer, maka saya jadi ingin berbagai soal pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh.

Minggu, 09 Agustus 2015

10,5 Peribahasa Tagalog Yang Menginspirasi Saya!

Mumpung masih segar dalam ingatan, perjalanan dalam rangka pengembangan diri, serta liburan yang saya alami di Filipina. Maka, pada kesempatan ini saya ingin berbagi pembelajaran saya.
Beruntungnya, selama seminggu di Filipin dimana saya mengunjungi Manila, Cebu dan Borakay, saya berkesempatan untuk berinteraksi dengan rekan dan sahabat di Filipin. Dan berikut ini adalah beberapa pepatah ataupun kalimat-kalimat inspiratif dalam bahasa Tagalog, yang menarik untuk kita simak.

1.     Sa taong walang takot, walang mataas na bakod.
To a fearless person, no fence is high enough.

Bagi seorang yang tidak takut, tidak ada pagar yang terlalu tinggi. Dengan kata lain, bagi orang berani, tidak ada halangan ataupun rintangan yang terlalu tinggi, terlalu berat ataupun terlalu susah. Makanya, beda antara orang yang berani dengan penakut adalah: seorang yang berani akan berusaha mencari caranya, tetapi bagi penakut, meraka akan mencari alasannya. Pemberani akan berusaha bagaimana caranya agak bisa sukses dan berhasil. Sementara, seorang penakut akan mengemukakan berbagai alasan kenapa sesuatu itu sulit untuk dilakukan. Ini pepaah yang mengajarkan kita untuk tidak jadi pengecut ataupun penakut! Bagi seorang pemberani, tidak ada tembok yang terlalu tinggi untuk ditaklukkan.

Jumat, 31 Juli 2015

APA YANG DIAJARKAN PELAYAN STARBUCK KEPADAKU HARI INI?

 Hari masih agak pagi.
Sekitar jam 7an.
Sabtu lagi.
Jadi rata-rata jalanan keluar kota masih agak sepi.
Saya terburu-buru menuju ke daerah Gadog untuk urusan keluarga yang penting.
 
Tiba-tiba masalah muncul di tengah jalan.
Saya merasakan rasa kantuk yang luar biasa.
Bahaya!
Saya sudah sering membaca orang yang mengalami kecelakaan karena mengantuk pas berkendaraan.Tapi nggak mungkin berhenti di jalan tol.Jadi, caranya adalah mencari tempat peristirahatan terdekat (Hmmm…berapa jauh lagi?)
 
Saya membutuhkan kopi. Butuh cafein.
Biasanya, kopi cukup bisa membantu tubuhku agar terjaga.

Kamis, 30 Juli 2015

8 Pelajaran Motivasi dari Film Ant Man



Hobi nonton?
Kalau diberikan skala antara 1 sampai 10, saya mungkin berada di rentang 7. Jadi bukan termasuk yang maniak, tetapi cukup menikmati. Khususnya jika ada film yang jadi “hot topic”, yang lagi banyak dibicarakan.

Alasan nonton?
Pertama, supaya saya tidak ketinggalan berita pada saat peserta training, atau pendengar acara radioku membicarakan soal film tersebut. Selain itu, film-film juga menjadi salah satu sumber kedekatan saya dengan anak-anak. Sebab, dengan begitu, kami bisa nonton, menikmati serta membicarakannya bersama-sama. Something fun!

Nah, salah satu film yang hot topic bulan ini adalh filmnya Mervel, the Ant Man yang ikut dibintangi actor lawas, Michael Dauglas. Menurutku, ini film  yang cukup menarik untuk ditonton bersama keluarga. Dan seperti biasanya, (dasar insting motivatornya…), saya mencoba menarik pelajaran penting dari film tersebut.

Selasa, 21 Juli 2015

Libur Mikirin Kerja dan Kerja Mikirin Libur





      Saat ini masih libur Lebaran.
      Dan kalau seperti kebanyakn orang yang terbiasa kerja. Inilah paradoks lucu yang seringkali terjadi.
     
      Tatkala Liburan, Kita Mikirin Pekerjaan
Tatkala Bekerja, Kita Mikirin Liburan

      Syukurlah kalau Anda mengatakan, aku bukan termasuk yang tipe demikian.
      Atau, saya curiga malahan Anda termasuk yang tipe ini?
      “Saat Kerja, Mikirin Liburan.
      Saat Liburan, Mikirin Liburan Lagi” (ha!)
      Dan sebenarnya jarang sekali yang betul-betul bisa membuat dirinya bersikap begini, “Saat Kerja, Mikirin Kerja. Saat Liburan ya Mikirin Liburan”.

Selasa, 23 Juni 2015

Korban Jatuh Di Merapi dan Sekali Lagi Soal Berpikir Konsekuensial




 Saya begitu sedih tatkala mendengar kisah tentang adik kita pecinta alam, Eri Yunanto usia 21 tahun yang jatuh ke dalam kawah Gunung Merapi di Sabtu, 16 Mei 2015 lalu. Diceritakan, mahasiswa semester 6 Universitas Atmajaya Yogyakarta tersebut terpeleset saat akan turun dari puncak Gunung Merapi usai berfoto-foto. Diceritakan, dari kelima pendaki adalah Erri dan Dicky yang sampai di puncak Garuda lalu sempat berfoto-foto di puncak itu. Sayangnya saat Eri hendak berjalan turun dari puncak dia jatuh terpelet ke arah selatan ke dalam kawah. Dicky, teman Eri yang melihat kejadian tersebut langsung meminta bantuan pada pendaki lainnya di pos II untuk melaporkan kejadian tersebut pada petugas base camp. Ternyata, selanjutnya tim SAR akhirnya menemukan jenazah Eri Yunanto di kedalaman 200 meter kawah Merapi, dalam kondisi sudah meninggal. Berita ini sudah membuat hati kita terpukul, apalagi keluarga yang ditingalkannya.

Senin, 15 Juni 2015

Beras Plastik dan Bisnis-Bisnis Lain Yang Tidak Cerdas Emosi



Rekan-rekan. Isu soal beras plastic begitu santer terdengar. Dimulai dari laporan soal temuan tentang adanya beras plastic di Bekasi. Lantas, kondisi itupun dimuat di Instgram.Beritanya pun kemudian menyebar kemana-mana. Hingga level bupati, gubernur sampai Menteripun turun tangan. Uji labpun dilakukan. Pertama oleh Sucofindo, yang menyatakan adanya bahan plastic. Lalu, diuji ulang oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) yang justr meyatakan tidak adanya unsure plastic. Berita inipun kemudian menjadi simpang siur. Adakah berasnya? Kalau beras aja dipalsukan, gimana makanan lainnya? Tapi, belakangan ini, berita soal beras plastikpun mulai ditepis karena dikatakan bahwa justru membuat beras plastic itu jauh lebih mahal. Beritanyapun seoalh-olah mulai lenyap.

Minggu, 07 Juni 2015

“DON’T JUDGE BEFORE YOU TRY” (It’s true especially with people...)

Beberapa tahun lalu saya ingat ketika anak saya mendapat PR matematika yang tidak biasanya. Kala itu, dari yang biasanya susunan penjumlahannya mendatar, kali ini mulai berbentuk menurun. Bayangkan, penjumlahannya mencapa angka berpuluh-puluh, meskipun masih dibawah seratus.

Saya mulai membayangkan bagaimana anak yang usianya baru saja mencapai 6 tahun disuruh belajar berhitung demikian. Rasa-rasanya, saya baru belajar seperti ini waktu kelas dua SD.
Saya bayangkan, betapa susahnya mengajarkan penjumlahan menurun. Harus mulai dari ujung paling kanan dulu. Kalau melewati puluhan, maka tulis satuannya dulu. Puluhannya disimpan. Membayangkan cara mengajarkannya saja sudah membuat mumet.Akhirnya, setengah jam, saya biarkan anak saya, George mengerjakan dengan cara lama yakni ditulis menjadi soal mendatar dulu, baru kemudian dibuat penjumlahannmyua berdasarkan hafalan yang selama ini dikondisikan.

Senin, 13 April 2015

5 Tips Paling Praktis Yang Penting Diketahui Untuk Kendalikan Marah di Jalan!

Saya seringkali ditanya, “Apakah saran praktis mengendalikan emosi di Jalan?”. Inilah yang ingin saya bagikan.
 
Yang jelas, seringkali di internet atau di majalah, banyak yang bicara soal tips mengendalikan emosi. Ada tips yang masuk akal dan mudah diterapkan, tapi ada yang terlalu ideal karena tatkala emosi sudah terjadi, perlu cara masuk akal untuk meredakan emosi kita. Masalahnya adalah kalau nggak segera diredakan, bisa-bisa berakhir dengan pidana (karena memukul, mengumpat, dll). Bagaimana saran Kecerdasan Emosional?

Jumat, 06 Februari 2015

OBSERVASI…SUMBER BELAJAR YANG KAYA!



Pernah nggak hanya duduk dan mengamati orang-orang di sekitar karena sedang menunggu atau tidak ngapa-ngapain. Saya teringat waktu pernah mengalami delay di Bandara Kualanamo, Medan. Saat itu saya naik pesawat yg harusnya jam 14.00. Tapi, pesawat ditunda. Pengumumannya baru akan berangkat jam 17.00. Saat itu, sesuai dengan saran yang pernah saya peroleh. Sy berusaha mencari penerbangan yang lain. Sialnya nyaris semua flight penuh. Dan dari rencana jam 5.00 diundur jadi jam 19.00 lantas diundur lagi jadi jam 23.00. Jadi akhirnya dari rencana jam 14.00 siang akhirnya baru terbang jam 23.00. Padahal tahu nggak? Itu adalah Garuda, penerbangan yg dianggap terbaik di negeri ini. Tapi bukan itu yang mau saya permasalahkan. Justru yang paling menarik buat saya adalah mengamati bagaimana reaksi orang. Ada wajah pasrah, tapi banyak juga yang marah sampai mengumpat dan menggebrak meja. Yang paling kasihan adalah manager yang mengurusi penerbangan. Mukany udah pucat dan terbata-bata. Sampai-sampai ada penumpang yg mengangkat krah bajunya. Padahal, mungkin bukan kesalahan dia. Dan setelah ditelusuri pesawatnya ternyata sudah ada tapi mesinnya bermasalah sehingga pesawat lain yg didatangkan. Buat saya, lebih baik naik pesawat lain yang mesinnya baik meskipun akhirnya telat daripada "on time" tapi tetap ngotot naik pesawatnya yang baru diperbaiki mesin. Risikonya besar bok!

Minggu, 01 Februari 2015

BELAJAR ILMU ‘GOBLOK’ DARI OM BOB





 Senin, 19 Januari 2015 malam, saya menerima BBM yang sedikit menghentak, “Bob Sadino meninggal dunia”.  Saat membaca itu, saya langsung berpkir, “Jangan-jangan ini hoax, becandaan”. Saya langsung mengeceknya keesokan harinya dan ternyata memang surat kabar memberitakannya. Berarti ini berita yang bisa dipercaya. Saya pun langsung membayangkan kembali orangnya orangnya yang nyentrik, dan yang pemikirannya juga nyentrik. Dari penampilannya, hingga cara berpikirnya banyak hal yang patut untuk kita renungkan dari pendiri Kemchick dan Kemfood yang sukses ini. Banyak pula pelajaran penting yang bisa kita petik dari life style, cara berpikir, cara melihat permasalahan serta tips kesuksesan dari beliau.

Salah satunya, soal pemikirannya yang nyentrik, mari kita ingat kembali kalimatnya soal “Ilmu Goblok”. Antara lain, inilah kalimat-kalimat yang beliau lontarkan,

"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain."

Senin, 22 Desember 2014

“BERSEKOLAHLAH, KALAU KAMU MEMANG JANTAN!”



Puisi ini dibuat setelah saya menghadapi seorang Ibu yang punya problem dengan anaknya yang tidak mau bersekolah. Anak ini sebenarnya pandai tapi juga punya keingin tidak mau sekolah. Anak itu banyak membaca tulisan-tulisan yang mengatakan, “Nggak perlu sekolah untuk jadi orang sukses!”. Karena itulah, saya tergelitik untuk menulis puisi ini. Saya membayangkan, kalau yang tidak mau bersekolah itu adalah anak saya sendiri. Maka inilah komunikasi saya dengannya. Di satu sisi, saya ingin mengatakan kepada si orang tuanya tersebut, “Berbahagialah karena anak ibu termasuk orang yang kritis!” Sementara, banyak anak yang pergi kesekolah dan tidak pernah bertanya dan bahkan juga tidak peduli dengan kehidupannya.